Sejumlah titik api terpantau muncul di beberapa lokasi dalam beberapa waktu terakhir.
Di Kota Pontianak, karhutla tercatat terjadi di kawasan Purnama Dua Dalam, Sepakat Dua Ujung, Perdana Ujung dekat Sungai Raya Dalam, serta di Gang Masjid, Jalan Parit H Husein II.
Aparat bersama instansi terkait terus melakukan upaya pemadaman guna mencegah api meluas ke permukiman warga.
Anggota DPRD Kota Pontianak, Edy Zaidar, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pontianak telah bergerak cepat dan sigap dalam menangani karhutla.
Ia menegaskan, kesiapsiagaan dilakukan selama 24 jam dengan menyiapkan tim khusus untuk melakukan pemadaman di lokasi kebakaran.
“Pemkot sudah sangat cepat dan tanggap. Setiap waktu tim selalu siaga 24 jam dan beberapa titik karhutla juga berhasil dipadamkan dengan cepat,” ujar Edy saat dikonfirmasi pada Jumat, 30 Januari 2026.
Selain karhutla, Edy juga menyoroti tingginya kasus kebakaran rumah yang terjadi di Kota Pontianak dalam beberapa pekan terakhir.
Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian serius semua pihak.
Untuk mencegah kebakaran meluas, Edy mendorong agar keberadaan hydrant air mulai dipikirkan secara matang.
Ia menilai, penyediaan hydrant sangat penting terutama di kawasan permukiman padat penduduk.
“Saya setuju jika ke depan penyediaan hydrant air minimal disiagakan di setiap RT atau RW yang padat penduduknya sebagai solusi jangka panjang,” tegasnya.
Selain itu, Edy juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dengan mematikan kompor atau sumber api lainnya saat meninggalkan rumah atau ketika rumah dalam keadaan kosong guna meminimalkan risiko kebakaran.






